Suksesnya Pelaksanaan Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu di Wanawiyata Widya Karya Kelompok Tani Hutan Paloil Tob

Kelompok Tani Hutan (KTH) Paloil Tob, bimbingan Balai pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang, sebuah kelompok petani hutan yang berfokus pada pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu, khususnya jambu mete, sukses menggelar bimbingan teknis yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha mereka. Peserta pada kegiatan ini adalah perwakilan dari beberapa kelompok tani hutan, yaitu KTH Tunas Baru, KTH Paloil Tob, KTH Penputu, KTH Fetomnasi, dan KTH Oelbonak. Pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis ini adalah di ruang kelas dari Wanawiyata Widya Karya Paloil Tob yang baru saja diresmikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsu Nusa Tenggara Timur.

Bimbingan teknis ini dilaksanakan dalam rangka mendukung para petani hutan dalam mengelola potensi hutan yang berupa jambu mete di wilayah Desa Sillu. Dalam kegiatan ini, para anggota kelompok tani mendapatkan pelatihan intensif serta panduan praktis mengenai pengelolaan, pengolahan dan pemasaran hasil hutan bukan kayu jambu mete.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari penuh, mulai dari tanggal 12 hingga 13 September 2023. Dalam pelaksanaannya, para petani mendapatkan pelatihan langsung dari para narasumber, yang sukses di bidang hasil hutan bukan kayu jambu mete. Narasumber pada kegiatan ini adalah para pendamping KTH Paloil Tob yaitu Bapak Heru Budi Santoso, S.Hut.,M.Sc. dan Ibu Fatmawati, S.Hut.,M.Si., serta dari Wanawiyata Widyakarya Paloil Tob yang diwakili Yoyarid Abramn Tulle sebagai ketua Seksi Usaha Paloil Tob.

Salah satu poin penting dalam bimbingan teknis ini adalah pentingnya menjaga 3 (tiga) pilar kelola pada sebuah kelompok tani hutan, yaitu Kelola Kelembagaan, Kelola Kawasan, dan Kelola Usaha. Para petani diajarkan mengenai prinsip-prinsip pengembangan usaha di dalam kelompok tani hutan mereka.

Dalam sesi diskusi, anggota kelompok tani dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, menciptakan lingkungan kolaboratif yang memungkinkan mereka untuk belajar dari satu sama lain. Hal ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik terbaik dalam mengembangkan usaha hasil hutan bukan kayu khususnya jambu mete.

Selain itu, para peserta juga diajarkan mengenai strategi pemasaran yang efektif untuk produk-produk hasil hutan mereka. Dalam dunia yang semakin terhubung melalui teknologi, pemasaran online dan promosi melalui media sosial juga menjadi fokus pelatihan.

Dengan suksesnya pelaksanaan bimbingan teknis ini, diharapkan Kelompok Tani Hutan yang berada di Desa Sillu akan menjadi contoh yang menginspirasi bagi kelompok tani lainnya dalam mengembangkan usaha hasil hutan bukan kayu yang berkelanjutan dan menguntungkan. Keberhasilan mereka juga merupakan langkah positif dalam pelestarian hutan dan alam sekitarnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top